Sunnah Kita #1

BUANG  ‘ISLAMI’
Oleh: Robbanie Nugraha

Mungkin banyak yang bertanya, maksudnya apa sih saya memberikan judul 'BUANG' ISLAMI. Sebenernya itu adalah dua kata awal dan akhir yang belum disatukan dengan kata lainnya sehingga akan menjadi sebuah kalimat. Jadi, kalau ditambahkan dengan kata lainnya, akan berjudul “BUANG air secara ISLAMI'. Nahh.. udah paham kan sekarang??
       Tapi bukan maksud saya buat jorok atau bikin geuleuh, tapi memang inilah yang sering kita abaikan. Kita pasti sering yang namanya buang air, tetapi kita buang air dengan seenaknya saja, sedangkan kita lupa atau bahkan tidak tau kalau ternyata buang air itu punya aturan. Seperti yang tercantum dalam hadist:
“Dari Salman radiallahu anhu beliau ditanya seseorang: “Bukankah Rasulullah telah mengajarkan kepadamu segala sesuatu sampai masalah Buang Air juga? Jawabnya: Benar! Beliau melarang kita menghadap kiblat saat Buang Air. Beliau juga melarang beristinjak dengan tangan kanan, beristinjak kurang dari 3 biji batu dan istinjak dengan kotoran ternak yang telas keras/dengan tulang.”
       Kalau dalam pelajaran ekonomi, ada yang namanya kebutuhan Primer dan Sekunder. Nahh.. buang air ini termasuk kebutuhan sekunder (yang di nomor dua kan), sedangkan kebutuhan primernya adalah makan. Makanya mentang-mentang buang air ini termasuk kebutuhan sekunder, jadi kebanyakan orang tidak terlalu memperhatikan. Terutama buang air kecil (kencing) yang sering kita anggap remeh. Kadang ada yang kencing di pohon, kolong jembatan, rumah kosong, bahkan mungkin pot bunga pun disiram pake kencing?? Inikan sangat tidak manusiawi. Padahal Rasulullah SAW sudah mengingatkan :

اَكْثَرُ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنَ الْبَوْل
 “Kebanyakan siksa kubur itu disebabkan (tidak membasuh) air kencing.” (Riwayat Hakim). Hadist ini sanadnya shahih.
     Pertanyaannya, apa kita tidak takut akan penjelasan sangat jelas yang sudah dijelaskan oleh Rasulullah? Masihkah kita mau kencing kapan saja dan dimana saja? Bagi orang-orang yang berfikir dan berakal, tentulah memberikan jawaban tidak!. Karena mereka tau kalau melakukannya mereka akan disiksa bukan karena hal berat dan besar, melainkan karena hal yang sering dianggap sepele oleh kebanyakan orang. Apalagi buang air besar…
  Tidak bisa dipungkiri juga, pada jaman modern ini ketika toilet sudah ada dimana-mana, ternyata masih saja ada orang yang buang air besar sembarangan. Misalnya di semak-semak atau sungai. Inilah yang menyebabkan mengapa sungai-sungai yang ada sekarang ini lebih kotor dan lebih jorok daripada sungai yang ada pada masa lampau. Imam Thabrani mengeluarkan sebuah hadist yang “melarang buang air besar dibawah pohon berbuah dan ditepi sungai yang mengalir.” Walaupun sanadnya dinilai lemah, tetapi bisa kita jadikan sebagai bahan evaluasi. Sungai yang tadinya sangat penting perannya, tetapi rusak karena prilaku yang tidak bertanggungjawab oleh makhluk bernama manusia. Apalagi sungai atau semak-semak sekalipun adalah tempat yang terbuka, sementara Rasulullah SAW pernah bersabda:

مَنْ أًتَى الغًا ئِطً فًلْيًسْتًتِرْ ,رواه ابو داود
Barangsiapa yang hendak buang air, hendaklah ia membuat penutup.” (Riwayat Abu Daud)
   Juga karena saking modern nya, sampai-sampai tempat pembuangan air sekarang sudah banyak variannya. Misalnya seperti closet duduk. Kalau kita perhatikan, kebanyakan film produksi orang barat menampilkan kebiasaan mereka yaitu buang air besar di closet duduk sembari membaca koran. Kebiasaan ini yang mungkin sudah menyebar ke dalam negeri kita.
  Rasulullah SAW memang memerintahkan kita untuk hidup sederhana, tetapi tidak sesederhana di semak-semak ataupun di sungai juga ketika buang air. Beliau juga memerintahkan kita agar buang air ditempat yang tertutup, tetapi tidak berlebihan juga.  Karena Rasulullah pun mencontohkan ketika buang air besar dengan jongkok, miring ke kiri dan tangan menekan perut kesebelah kiri.
  Rasulullah SAW adalah uswatun hasanah, beliau memerintahkan kita melakukan sesuatu bukan tanpa sebab, melainkan ada maksud dan tujuan tertentu. Seperti halnya buang air. Rasulullah ketika buang air kecil itu jongkok, tidak berdiri. Setelah dibuktikan dalam ilmu sains, ternyata ini sangat bermanfaat. Kencing sambil jongkok menghindari kita dari bahaya prostat dan batu ginjal. Karena ketika kita jongkok, urine akan keluar semuanya dengan bebas tanpa ada sisa sedikit pun diujung kemaluan kita. Sebaliknya, apabila kita kencing sambil berdiri, urine yang seharusnya keluar semua, akan tersendat diujung kemaluan. Bayangkan saja ketika kita melakukannya setiap hari, pasti lah akan saluran ureter yang berfungsi mengeluarkan urine akan sangat tersendat, akibatnya terjadi pembekuan di ginjal dan dapat menyebabkan apa yang dinamakan batu ginjal.
     Sama halnya dengan buang air besar. Ketika duduk, feses/kotoran akan bergerak cepat menuju anus untuk dikeluarkan dengan semestinya. Sehingga pencernaan didalam tubuh kita akan lancar dan bersih. Sebaliknya, apabila kita melakukannya sambil duduk, feses yang seharusnya keluar melewati anus akan tersendat dan susah keluar. Sehingga kalau kita melakukannya berkali-kali akan menumpuk dan bisa jadi menimbulkan penyakit wasir/ambeien.
   Alangkah baiknya kalau kita melakukan sesuatu dengan benar dan secara islami. Karena itu bisa membuktikan identitas kita sebagai umat Muslim dan dapat membantu kita untuk menjaga kesehatan. Karena banyak sekali hal-hal yang belum diketahui dan harus diketahui oleh umat Muslim terutama dalam masalah muamalah. Tetapi sayangnya, kita tidak tau dan tak mau tau, sehingga itu dapat dikatakan sebagai titik lemah kita.
       Semoga apa yang akan saya sampaikan dapat bermanfaat dan kita dapat segera mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Wallahualam bi shawaf