Oleh: Robbanie Nugraha
Mungkin banyak yang bertanya, maksudnya apa sih
saya memberikan judul 'BUANG' ISLAMI. Sebenernya itu adalah dua kata awal dan
akhir yang belum disatukan dengan kata lainnya sehingga akan menjadi sebuah
kalimat. Jadi, kalau ditambahkan dengan kata lainnya, akan berjudul “BUANG air
secara ISLAMI'. Nahh.. udah paham kan sekarang??
Tapi
bukan maksud saya buat jorok atau bikin geuleuh, tapi memang inilah yang sering
kita abaikan. Kita pasti sering yang namanya buang air, tetapi kita buang air
dengan seenaknya saja, sedangkan kita lupa atau bahkan tidak tau kalau ternyata
buang air itu punya aturan. Seperti yang tercantum dalam hadist:
“Dari Salman radiallahu anhu beliau ditanya
seseorang: “Bukankah Rasulullah telah mengajarkan kepadamu segala sesuatu
sampai masalah Buang Air juga? Jawabnya: Benar! Beliau melarang kita menghadap
kiblat saat Buang Air. Beliau juga melarang beristinjak dengan tangan kanan,
beristinjak kurang dari 3 biji batu dan istinjak dengan kotoran ternak yang
telas keras/dengan tulang.”
Kalau
dalam pelajaran ekonomi, ada yang namanya kebutuhan Primer dan Sekunder. Nahh..
buang air ini termasuk kebutuhan sekunder (yang di nomor dua kan), sedangkan
kebutuhan primernya adalah makan. Makanya mentang-mentang buang air ini
termasuk kebutuhan sekunder, jadi kebanyakan orang tidak terlalu memperhatikan.
Terutama buang air kecil (kencing) yang sering kita anggap remeh. Kadang ada
yang kencing di pohon, kolong jembatan, rumah kosong, bahkan mungkin pot bunga
pun disiram pake kencing?? Inikan sangat tidak manusiawi. Padahal Rasulullah
SAW sudah mengingatkan :
اَكْثَرُ عَذَابِ
الْقَبْرِ مِنَ الْبَوْل
“Kebanyakan
siksa kubur itu disebabkan (tidak membasuh) air kencing.” (Riwayat Hakim).
Hadist ini sanadnya shahih.
Pertanyaannya,
apa kita tidak takut akan penjelasan sangat jelas yang sudah dijelaskan oleh
Rasulullah? Masihkah kita mau kencing kapan saja dan dimana saja? Bagi
orang-orang yang berfikir dan berakal, tentulah memberikan jawaban tidak!.
Karena mereka tau kalau melakukannya mereka akan disiksa bukan karena hal berat
dan besar, melainkan karena hal yang sering dianggap sepele oleh kebanyakan
orang. Apalagi buang air besar…
Tidak bisa
dipungkiri juga, pada jaman modern ini ketika toilet sudah ada dimana-mana, ternyata
masih saja ada orang yang buang air besar sembarangan. Misalnya di semak-semak
atau sungai. Inilah yang menyebabkan mengapa sungai-sungai yang ada sekarang
ini lebih kotor dan lebih jorok daripada sungai yang ada pada masa lampau. Imam
Thabrani mengeluarkan sebuah hadist yang “melarang buang air besar dibawah
pohon berbuah dan ditepi sungai yang mengalir.” Walaupun sanadnya dinilai
lemah, tetapi bisa kita jadikan sebagai bahan evaluasi. Sungai yang tadinya
sangat penting perannya, tetapi rusak karena prilaku yang tidak
bertanggungjawab oleh makhluk bernama manusia. Apalagi sungai atau semak-semak
sekalipun adalah tempat yang terbuka, sementara Rasulullah SAW pernah bersabda:
مَنْ أًتَى الغًا
ئِطً فًلْيًسْتًتِرْ ,رواه ابو داود
“Barangsiapa yang hendak
buang air, hendaklah ia membuat penutup.” (Riwayat Abu Daud)
Juga
karena saking modern nya, sampai-sampai tempat pembuangan air sekarang sudah
banyak variannya. Misalnya seperti closet duduk. Kalau kita perhatikan,
kebanyakan film produksi orang barat menampilkan kebiasaan mereka yaitu buang
air besar di closet duduk sembari membaca koran. Kebiasaan ini yang mungkin
sudah menyebar ke dalam negeri kita.
Rasulullah
SAW memang memerintahkan kita untuk hidup sederhana, tetapi tidak sesederhana
di semak-semak ataupun di sungai juga ketika buang air. Beliau juga
memerintahkan kita agar buang air ditempat yang tertutup, tetapi tidak
berlebihan juga. Karena Rasulullah pun
mencontohkan ketika buang air besar dengan jongkok, miring ke kiri dan tangan
menekan perut kesebelah kiri.
Rasulullah
SAW adalah uswatun hasanah, beliau memerintahkan kita melakukan sesuatu bukan
tanpa sebab, melainkan ada maksud dan tujuan tertentu. Seperti halnya buang
air. Rasulullah ketika buang air kecil itu jongkok, tidak berdiri. Setelah
dibuktikan dalam ilmu sains, ternyata ini sangat bermanfaat. Kencing sambil
jongkok menghindari kita dari bahaya prostat dan batu ginjal. Karena ketika kita
jongkok, urine akan keluar semuanya dengan bebas tanpa ada sisa sedikit pun
diujung kemaluan kita. Sebaliknya, apabila kita kencing sambil berdiri, urine
yang seharusnya keluar semua, akan tersendat diujung kemaluan. Bayangkan saja
ketika kita melakukannya setiap hari, pasti lah akan saluran ureter yang
berfungsi mengeluarkan urine akan sangat tersendat, akibatnya terjadi pembekuan
di ginjal dan dapat menyebabkan apa yang dinamakan batu ginjal.
Sama
halnya dengan buang air besar. Ketika duduk, feses/kotoran akan bergerak cepat
menuju anus untuk dikeluarkan dengan semestinya. Sehingga pencernaan didalam
tubuh kita akan lancar dan bersih. Sebaliknya, apabila kita melakukannya sambil
duduk, feses yang seharusnya keluar melewati anus akan tersendat dan susah
keluar. Sehingga kalau kita melakukannya berkali-kali akan menumpuk dan bisa
jadi menimbulkan penyakit wasir/ambeien.
Alangkah
baiknya kalau kita melakukan sesuatu dengan benar dan secara islami. Karena itu
bisa membuktikan identitas kita sebagai umat Muslim dan dapat membantu kita
untuk menjaga kesehatan. Karena banyak sekali hal-hal yang belum diketahui dan
harus diketahui oleh umat Muslim terutama dalam masalah muamalah. Tetapi
sayangnya, kita tidak tau dan tak mau tau, sehingga itu dapat dikatakan sebagai
titik lemah kita.
Semoga
apa yang akan saya sampaikan dapat bermanfaat dan kita dapat segera
mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Wallahualam bi shawaf
